Monday, 18 April 2011

New Material I have to learn, JBOSS for few next days. little bit dizzy at start and much better then.

 

The biggest difference between people is their attitudes. For some, learning is enjoyable and exciting. For others, learning is a drudgery. For many, learning is just okay, something required on the road to a job.

berry nunu

Jboss adalah solusi open source untuk middleware. Jboss diakuisisi oleh Red Hat @Enterprise Linux@, dengan proses akuisisi ini membuat Jboss lebih agresif dengan pengembangan mission-critical application berbasis Open Source.

Dengan akuisisi Jboss oleh RedHat, menyediakan a broad middleware capabilities seperti :

  • · Process management
  • · Service integration and High Speed messaging (JBOSS Enterprise SOA Platform)
  • · User Interaction services (Jboss Enterprise Portal Platform)
  • · Data Integration (Jboss Enterprise Data Services Platform)
  • · System management and monitoring (Jboss Operation network)
  • · Integrated development tooling (Jboss developer Studio)

Masing masing Jboss component capture ide-ide terbaik dari komunitas open source untuk menghasilkan middleware yang powerfull dan reliable.

Application Interface

Jboss memiliki modul ESB yang berperan sebagai bus yang menghubungkan berbagai aplikasi dengan protokol masing-masing. Bagaimana aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda tersebut dapat berkomunikasi ?. ESB menerapkan sebuah standar dalam pertukaran pesan antar aplikasi-aplikasi tersebut. Dengan adanya ESB, maka berbagai aplikasi yang berinteraksi dapat dihubungkan melalui satu kanal dan terstandarisasi. Sehingga, penambahan aplikasi baru akan lebih mudah untuk turut di integrasikan ke dalam sistem.

Application interface juga berguna untuk melakukan enkapsulasi terhadap sebuah aplikasi yang kritikal, seperti Core Banking Application. Dengan ESB, maka berbagai aplikasi pendukung yang memerlukan akses ke aplikasi core tidak lagi bebas mengakses langsung, melainkan harus melalui ESB sebagai middleware. ESB di sini memiliki peran untuk mengekspos berbagai layanan yang disediakan oleh aplikasi core, dan hanya yang diperbolehkan saja. Jadi, ESB berfungsi sebagai saringan dari layanan-layanan atau data yang tidak ingin diekspos, di mana ESB menjadi satu-satunya jalan menuju aplikasi core tsb.

Dengan standarisasi pada ESB ini, berbagai proses transformasi yang ada di ESB dapat diakses oleh aplikasi apapun yang terhubung ke ESB, baik lama ataupun baru. Dengan begitu, proses pengembangan dan pemeliharaan proses bisnis menjadi lebih cepat dan mudah.

       

       Pendekatan SOA ini membuat proses atau module yang dipakai oleh banyak aplikasi dibuat menjadi service. Hal ini akan membuat efisiensi yang sangat besar dalam projek projek selanjutnya. Ada banyak module atau proses yang hampir semua aplikasi membutuhkan, contoh nya: Account balance inquiry, Transfer, Posting to GL. Akan sangat tidak efisien jika semua aplikasi, terutama untuk aplikasi / project baru, harus membuat module aplikasi sendiri hanya untuk mengakses module yang sama. Dengan pendekatan SOA hal seperti ini bisa dibuat lebih efektif dan efisien.

image

1. Integrated Application Module (IAM) mengadopsi Web Service berbasis SOA, Disediakan connector dengan menggunakan Socket (TCP-IP). Dan bila dibutuhkan connector-connector yang lain seperti JMS, free text dan lainnya bisa disediakan.

2. Penggunaan ESB-JBoss dengan Intelligent Adapter berbasis JEE mempercepat integrasi dengan koneksi Web Service sehingga existing application tetap dapat berfungsi normal.

3. Message Exchange mengadopsi Extract, Transform, and Load & Master Data Management based on.

4. Message Broker and Object Request Broker mengadopsi JBI.

5. Standart Web Services berbasis XML, SOAP, and WSDL.

6. Web Services Security berbasis XML Signature, XML Encryption, SOAP security dan secure SOAP messages.

No comments:

Post a comment

Popular Posts